oleh: Kristianto Wisnuaji

Apakah komunikasi antar lini dalam perusahaan lancar? Apakah semua lini dalam perusahaan anda sudah bekerja dalam irama atau pada track yang sama? Apakah semua lini dalam perusahaan anda sudah bekerja sesuai strategi perusahaan?
“Keselarasan kerja” antar lini maupun antar bagian dalam suatu perusahaan seringkali menjadi kendala utama yang menghambat perkembangan perusahaan. Namun, seringkali juga kita tidak menyadari adanya permasalahan tersebut.

“Execution is the ability to mesh strategy with reality, align people with goals and achieve the promised results”
-Larry Bossidy-

Jika seorang pemimpin perusahaan ditanya tentang strategi dalam perusahaan, hampir dipastikan jawabnya “panjang x lebar” alias sangat komprehensif. Kemudian jika kita bertanya pada salah satu manajer tentang apakah aktifitas departemen/bagian yang dia pimpin sudah selaras dengan strategi perusahaan yang ditetapkan pemimpin tersebut, seringkali jawabnya “tidak mengerti” atau “kurang mengerti” atau bahkan ada yang menjawab “tidak ada arahan tentang strategi”.
Dalam kondisi seperti tersebut diatas, sebenarnya ada masalah “keselarasan kerja” dalam perusahaan (organization alignment) yang tidak disadari oleh pemimpinnya. Salah satu metode untuk mengatasi masalah keselarasan kerja adalah Balanced Scorecard.
Balanced Scorecard, merupakan alat pengukuran kinerja (performance measurement) suatu perusahaan, juga mempunyai fungsi fundamental lainnya, yaitu sebagai alat menjalankan strategi (strategy implementation) perusahaan.

Balanced Scorecard menghubungkan strategi dengan semua lini perusahaan
Dalam banyak artikel dan buku-buku mereka, Kaplan dan Norton menjelaskan bahwa Balanced Scorecard sebagai sistem manajemen yang dirancang untuk organisasi dalam mengelola strategi (strategy management) mereka.
Menurut Kaplan dan Norton, Balanced Scorecard merupakan metode/cara untuk:
1. Translating the vision
Dengan adanya pengukuran kinerja (performance measurement), para manajer “dipaksa” untuk bertindak dan membuat keputusan berdasarkan Key Success Indicators yang tentunya disusun berdasarkan visi perusahaan.
2. Communicating & Linking
Pada saat Balanced Scorecard disebarluaskan ke seluruh lini perusahaan, maka secara otomatis strategi perusahaan juga akan dijalankan oleh semua lini tersebut.
3. Business Planning
Pada umumnya suatu perusahaan membuat perencanaan strategis dan rencana anggaran secara terpisah. Dengan Balanced Scorecard, perusahaan akan berusaha untuk mengintegrasikan kedua hal tersebut, yaitu dengan memastikan bahwa perencanaan keuangan perusahaan yang disusun akan mendukung pencapaian rencana strategis.
4. Feedback & Learning
Balanced Scorecard menstimulasi proses pembelajaran melalui mekanisme strategic feedback and review. Sehingga para manajer dapat mengetahui apakah strategi yang dijalankan sudah tepat atau belum.
Dengan ke 4 metode tersebut diatas, Balanced Scorecard akan menghubungkan strategi dengan semua lini dalam suatu perusahaan.

Strategy Mapping
Perusahaan tentunya ingin agar Balanced scorecard yang disusun akan memberikan kontribusi paling tidak 5 tahun kedepan, yaitu Balanced Scorecard yang dapat menyebarluaskan (cascade) strategi ke seluruh lini dan departemen.
Teknik Strategy Mapping akan membentuk balanced scorecard yang mendukung dan menggambarkan implementasi strategi. Banyak manajemen kinerja (performance management) yang hanya fokus pada proses pengukuran, namun sebaliknya, Balanced Scorecard yang berdasarkan Strategy Mapping fokus pada bagaimana strategi yang disusun akan meningkatkan kinerja perusahaan. Strategy Map didesain untuk menggambarkan cara berpikir strategis dan tujuan manajemen perusahaan.
Strategy Map yang didesain secara benar dapat menggambarkan bagaimana strategi akan membawa suatu perubahan dan bagaimana strategi tersebut diwujudkan, hanya dalam satu halaman kertas ukuran folio. Strategy Map hanya fokus pada beberapa hal saja, namun akan membuat suatu perubahan yang signifikan.
Oleh karena itu, Strategy Map merupakan hal yang fundamental dalam proses penyusunan Balanced Scorecard. Strategy Map berada di depan Balanced Scorecard. Setiap ada Balanced Scorecard, maka sebaiknya ada Strategy Map terlebih dahulu.
Segeralah susun Strategy Map dan Balanced Scorecard perusahaan anda agar “keselarasan kerja” terwujud sehingga pencapaian tujuan serta target perusahaan dapat tercapai.


2 Komentar

shiraito · 10 Agustus 2018 pada 8:22 pm

I’m impressed, I must say. Rarely do I encounter
a blog that’s both equally educative and entertaining, and without a doubt, you have hit the nail on the head.
The problem is something which not enough people are speaking intelligently about.

I am very happy I came across this in my hunt for something relating
to this.

lobbies · 10 Agustus 2018 pada 8:23 pm

I have read so many articles or reviews concerning the blogger lovers
except this paragraph is genuinely a good paragraph, keep it
up.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *