oleh: Kristianto Wisnuaji

Bagaimana cara sebuah perusahaan menjalankan aktifitas bisnisnya akan menentukan kualifikasi karyawan yang dibutuhkan. Mendapatkan orang tepat pada tempat dan saat yang tepat menjadi hal yang krusial bagi perusahaan. Strategi perusahaan yang telah disusun, (mungkin) telah memakan investasi yang tidak kecil, harus dijalankan oleh orang-orang yang tepat.

Apakah karyawan yang saat ini dimiliki mampu menjalankan strategi perusahaan? Apakah pengelolaan SDM saat ini sudah selaras dengan strategi perusahaan? Apakah perusahaan sudah memiliki orang-orang yang tepat untuk menjalankan strategi dengan efektif sehingga tujuan dan target tercapai? Apakah strategi, misi & visi perusahaan sudah dipahami dan dihayati oleh seluruh jajaran di perusahaan? Dan seterusnya…

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas adalah strategi pengelolaan SDM potensial (Talent Management) yang selaras dengan strategi perusahaan. Melalui strategi Talent Management yang tepat dan selaras, perusahaan tidak akan kesulitan untuk menempatkan orang-orang yang tepat pada tempat dan saat yang tepat. Kegagalan dalam mengelola orang-orang potensial akan menimbulkan resiko kegagalan dalam pencapaian tujuan perusahaan.

Oleh karena itu diperlukan suatu sistem dan kerangka (framework) Talent Management yang terpadu, Integrated Talent Management. Jika kedua hal tersebut terpenuhi, standarisasi proses, serta kebijakan-kebijakan pendukung untuk rekrutmen/seleksi, pengembangan/penempatan, evaluasi kinerja dan reward/punishment telah ditetapkan, maka perusahaan akan dapat mewujudkan ambisinya baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Bagaimanakah Talent Management yang cocok untuk dijalankan?
Setiap perusahaan akan memiliki pendekatan yang berbeda-beda. Namun, satu hal yang prinsip, yaitu “SIMPLICITY”. Talent management yang akan berhasil jika dapat mengembangkan pendekatan yang sederhana, tidak terlalu rumit. Jika terlalu rumit pendekatan yang kita gunakan, akan semakin rumit pula pengelolaannya sehingga ketidakselarasan dengan strategi perusahaan dapat terjadi. Investasi perusahaan pun akan mubazir.

Talent management yang efektif, akan fokus pada :

Recruitment/Selection, proses untuk mendapatkan orang-orang yang lebih baik dan efisien baik waktu maupun biaya.
Deploying, penempatan orang-orang yang terbaik pada posisi atau bidang-bidang yang krusial.
Continues Learning, proses pengembangan kemampuan yang terus menerus dan konsisten
Performance Management, evaluasi kinerja dengan indikator-indikator yang tepat.
Talent Engagement, program yang tepat untuk menjaga loyalitas orang-orang yang potensial.

Dengan fokus pada 5 hal tersebut, perusahaan akan dapat mewujudkan lingkungan yang adaptif, serta mampu merespon dengan cepat dan tepat atas perubahan-perubahan yang terjadi di pasar.

Keberhasilan menarik orang-orang yang potensial untuk bekerja pada perusahaan merupakan titik awal kesuksesan pencapaian tujuan bisnis. Tentu saja tidak mudah merekrut orang-orang yang potensial, apalagi dengan biaya yang murah. Diperlukan inovasi dan kreatifitas tim manajemen SDM untuk melakukannya.

Skala prioritas penempatan orang-orang potensial perlu disusun berdasarkan krusial atau tidaknya suatu unit kerja/departemen. Hal ini perlu dilakukan agar orang-orang potensial tersebut dapat maksimal kontribusinya, terutama jika jumlahnya tidak banyak.

Program pengembangan kemampuan baik hardskills maupun softskills perlu dilakukan secara sistematis dan konsisten. Analisis kebutuhan pengembangan (Training Needs Analysis) yang akurat akan membuat kinerja orang-orang potensial tersebut semakin efektif. Proses pengembangan selain melalui media training juga dapat dilakukan melalui mentoring oleh para seniornya. Oleh karena itu, para manajer yang lebih senior, sebaiknya juga dilengkapi dengan kemampuan mentoring.

Baik pemilihan maupun penetapan target indikator-indikator kinerja (performance indicators) untuk orang-orang potensial dilakukan dengan hati-hati agar hasil evaluasi kinerja (performance management) benar-benar menggambarkan tingkat kemampuan mereka. Performance Indicators inilah yang menunjukkan apakah strategi Talent Management sesuai dengan strategi perusahaan. Pemetaan strategi (strategy mapping) akan memberikan panduan bagi manajemen SDM untuk menentukan indikator-indikator tersebut.

Engaged Talent adalah seseorang yang memiliki potensi tinggi secara antusias dan konsisten berperan aktif dalam menjalankan tugas-tugasnya untuk kepentingan perusahaan. Oleh karena itu, dalam penyusunan kerangka talent management perlu mengembangkan program yang dapat meningkatkan talent engagement, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Jenjang karir dan benefit scheme yang tepat akan meningkatkan loyalitas orang-orang potensial dan mereka akan bekerja dengan penuh antusias.

9box grid9 Box Grid
9 box grid merupakan salah satu alat talent management yang banyak digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kontribusi kepada perusahaan (performance) dan tingkat potensi seseorang. Dengan alat ini, manajemen SDM akan dapat membuat perencanaan pengembangan kemampuan karyawan maupun perencanaan program promosi (succession planning). Matriks ini sangat membantu dalam penyusunan talent mapping.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *