When your slides rock, your whole presentation pops to life.

Baik anda mahasiswa, trainer, marketer, karyawan, maupun manajer, presentasi merupakan bagian penting dari aktifitas yang mendukung keberhasilan anda. Sebagian dari anda mungkin tidak asing lagi dengan TED, dan presentasi-presentasinya mengenai ide-ide dari seluruh penjuru dunia. Seorang Leader dari divisi UX, Aaron Weyenberg sering diminta rekannya untuk membuat slide presentasi. Aaron memang dikenal pandai membuat slide presentasi yang apik dan menawan.

Salah satu slide Aaron Weyenberg.

Slide presentasi selain harus menarik, juga membantu fokus, memahami, dan mengingat materi yang disampaikan presenter. Berikut 5 tips dari Aaron Weyenberg untuk membuat slide presentasi yang komunikatif:

Buat Slide di akhir

Membuat slide adalah tahapan paling buntut dalam membangun presentasi. Fokus pada inti pesan yang akan anda sampaikan. Buat struktur poin-poin pendukungnya. Kemudian, coba presentasikan dan catat waktunya, lalu pikirkan desain slidenya. Slide presentasi bukanlah catatan presenter, namun seharusnya menjadi pengalaman visual bagi audiens dari presentasi yang anda sampaikan.

Konsisten (secara visual)

Slide presentasi yang baik harus nampak sebagai satu kesatuan cerita. Gunakan tipografi (font, alignment), palet warna, dan gambar-gambar yang sama atau yang mirip pada masing-masing slide.

Transisi antar topik

Jangan terpaku pada konsistensi terlalu jauh sehingga anda terjebak dalam keseragaman. Seluruh slide menjadi sama dan sulit menemukan batas pergantian topiknya. Buat dua macam master desain, satu untuk materi presentasi dan yang lainnya untuk transisi antar topik/tema/bab. Buat variasi desain tanpa meninggalkan konsistensi (misalnya font dan warna tetap, namun dengan warna background-foreground yang dibalik) sehingga audiens akan melihat petunjuk visual di mana terjadi perubahan topik pembahasan.

Sedikit teks

Slide dengan terlalu banyak teks, selain mengulang apa yang anda katakan dan apa yang tertulis, juga akan memecah perhatian audiens menjadi dua (mendengarkan dan membaca) sehingga membuat presentasi menjadi tidak efektif. Jika terpaksa harus menampilkan banyak teks, cobalah untuk menampilkannya secara bertahap sesuai kebutuhan.

Foto yang relevan

Gunakan foto yang sederhana, namun relevan dapat membantu menekankan pesan yang anda sampaikan tanpa mengalihkan perhatian audiens dari anda.
Gunakan foto yang:

  • menguatkan penyampaian pesan
  • tidak terlalu rumit komposisinya

Salah satu slide Aaron dalam TED.com redesign.(lihat seluruh slide)

Foto dapat berupa metafora atau pun sesuatu yang menunjukan secara langsung. Hal yang penting adalah audiens harus mengerti hubungan antara gambar yang mereka lihat dengan apa yang anda sampaikan.

Selain 5 gambaran besar di atas, Aaron juga memberi beberapa tips detail seperti:

  1. Gunakan efek/transisi/animasi seperlunya, supaya tidak mengalihkan perhatian audiens dari pesan utama.
  2. Jika ingin menunjukkan poin tertentu pada gambar, gunakan panah berukuran besar atau gunakan “masking”.
  3. Hindari menggunakan “autoplay” untuk video.
  4. Buat ulang grafik/chart, supaya sesuai dengan tema atau desain anda.

Selamat nge-slide.

dikutip dari: TED_blog


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *